BAB 17

1278 Kata

“Semoga Tante memang benar-benar tidak tahu kelakuan busuk anak Tante yang suka bermain drama ya, sampai Tante tega memperlakukan saya seperti ini. Memfitnah dan mempermalukan saya tanpa rasa manusiawi. Karena jika kemarahan Tante sekarang hanya untuk menyelamatkan buruknya wajah Huda yang sebenarnya ...” Aku menggantung kalimatku, menarik napas panjang untuk meredam gemuruh di d**a yang rasanya ingin meledak. Aku menatap mata Tante Murtini lurus-lurus, membiarkan beliau melihat pantulan luka dan harga diri yang sedang ia injak-injak. “Maka saya akan menyerahkan semua rasa sakit yang kalian torehkan ini pada Pemilik Takdir, yang tidak akan luput dalam hal tabur tuai atas setiap perbuatan manusia.” Suaraku datar, hampir berupa bisikan, namun getaran kecewa yang tertahan di sana justru me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN