BAB 38

1049 Kata

“Masya Allah, Bas! Paklik benar-benar pangling sama kamu. Dulu itu kamu keling, gendut, kucel, lha kok sekarang malah jadi seperti artis begini,” seru Bapak dengan tawa yang menggelegar, memenuhi ruang tamu yang sebelumnya sempat tegang. Baskara terkekeh, gestur tubuhnya tampak jauh lebih santai sekarang. “Yang namanya dulu masih kecil, Paklik. Dibebaskan sama Mbah main ke mana-mana sampai lupa waktu. Sekarang sudah besar, mana punya anak lagi, ya minimal sekarang sudah ingat mandi.” “Hahaha! Bisa saja kamu ini, Bas! Kamu masih ingat tidak kalau dulu sering bantu Paklik di penggilingan? Sekarang kalau Paklik suruh bantu jemur gabah atau kacang, pasti sudah tidak mau!” Bapak menepuk-nepuk bahu Baskara dengan akrab, seolah pria di hadapannya bukanlah seorang Camat yang disegani, melainkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN