“Apa ini?” gumam Gianna setengah sadar, dua jam kemudian. Hidungnya menangkap aroma familiar kayu oud, tembakau, dan sesuatu yang tajam dan dingin, aroma parfum Jason yang khas. Aroma itu melingkupinya, seolah membentuk selimut yang tak terlihat. Semakin dia sadar, semakin kuat aroma itu, hingga akhirnya memaksanya membuka mata. Dan barulah dia tersadar, dia tertidur di ruang perpustakaan! “Astaga! Aku ketiduran!” desisnya panik. Dia buru-buru menegakkan tubuh, rasa bersalah dan takut akan kemarahan Jason menyergapnya. Saat dia duduk, sesuatu yang berat dan halus merosot dari pundaknya. Gianna menoleh, dan matanya membelalak melihat jas hitam Jason yang mahal itu tergeletak di lantai. Gianna membeku. “Bagaimana jas ini bisa ada di sini?” pikirannya berputar cepat, menolak kesimpula

