Gianna berusaha menyuap makanan, namun rasanya seperti pasir di mulutnya di bawah tatapan intens Jason. Dia pun memilih menghindar dengan menunduk, memusatkan perhatian pada piringnya. Hanya suara denting halus peralatan makan Jason yang memecah keheningan. “Kenapa kamu nggak mulai makan?” Suara Jason tiba-tiba memotong. Gianna tersentak. “I-iya, aku makan,” jawabnya buru-buru, lalu mengambil sendok dengan canggung. Gerakannya kaku, dan dia hampir menjatuhkan kentang sebelum akhirnya berhasil menyuap sesuap kecil. Jason mengamatinya sejenak sebelum kembali berbicara. “Aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Sekarang.” Gianna membelalak, sendok di mulutnya nyaris terjatuh. Di tengah makan malam yang canggung ini, Jason justru memintanya mengajukan pertanyaan? Dia sama sekali tidak siap! S

