Tubuh Jason langsung menegang ketika tangan Gianna yang gemetar dan tak terarah telah membuka seluruh kancing kemejanya tanpa ia sadari. “Gianna!” seru Jason, menahan pergelangan tangannya sebelum bergerak lebih jauh. “Hentikan. Apa yang kamu lakukan? Kamu mabuk dan nggak sadar berbuat seperti ini.” Gianna menatap tangannya sendiri, lalu melihat da-da Jason yang kini terekspos sebagian. Bukannya malu, ia justru tersenyum lebar, wajahnya merah, matanya berkaca-kaca karena alkohol. “Aku… mabuk?” Ia menggeleng kuat, lalu tertawa kecil, memukul pelan da-da bidang Jason seolah menyalahkannya. “Kamu yang paksa aku minum! Kamu pikir aku tahan minum itu?” Jason mengencangkan rahangnya. “Aku nggak memintamu membuka bajuku.” Gianna kembali terkikik, lalu bersandar ke arah Jason, tubuhnya hampir

