Setelah kejadian itu Sabda benar-benar tidak punya muka di depan Tanisha. Bisa-bisanya resleting celananya terbuka dan memperlihatkan sebuah benda keramat yang ada di dalamnya, terlihat oleh gadis yang masih belia. Wajah Sabda memerah sempurna, saat Tanisha bilang resletingnya terbuka. Sabda buru-buru menutupnya hingga burungnya sempat terjepit oleh resleting celananya sendiri. Miris! Kini Sabda lah yang membelakangi Tanisha, ia tidak mau sama sekali melihat ke arah Tanisha. Harga dirinya sebagai laki-laki dewasa hancur sudah hari ini. Niat ingin membantunya untuk menghilangkan rasa traumanya, justru kini dia yang terkena trauma. Beberapa kali Sabda menghela napasnya kasar, tidak ada obrolan di antara mereka. Hanya ada suara dari tv yang menyala. Tanisha yang melihat Sabda tidak berkut

