"Gimana?" Mendengar permintaan Tanisha, iman Sabda kembali di uji oleh permintaan gadis kecil ini! Sabda mengedipkan matanya, menatap lekat ke arah Tanisha kalau dia tidak salah dengar. Apa Tanisha tidak tahu kalau pria dewasa di depannya ini adalah pria normal yang masih menyukai lawan jenis. Bagaimana kalau Sabda khilaf dan melakukan lenih dari sekedar pelukan? "Peluk Icha om, Icha takut sama petir!" pinta Tanisha dengan tatapan nanar, tidak lupa Tanisha mencekal lengannya agar Sabda tidak ke mana-mana. "Peluk? Di sini?" tunjuk Sabda di atas tempat tidurnya. Tanisha memicingkan matanya, menatap curiga pada Sabda. "Iya di sini, emang di mana lagi?" balas Tanisha. Sabda menelan ludahnya kasar, ia langsung memalingkan wajahnya kasar. Ternyata pendengarannya tidak salah, kalau Tanisha

