BAB 18 - Gara-gara Kecoa

1761 Kata

Hening... Seolah waktu ikut berhenti saat ke duanya saling tatap. Hingga ujung batang hidung mereka mengikis jarak di antara mereka berdua, napas Tanisha seolah ikut tertahan karena keterkejutannya. Di tambah Sabda tidak langsung menghindar seolah terdiam kaku sambil menatapnya. Tanisha bisa merasakan napas Sabda memburu, ia bisa mencium wangi tubuh Sabda. Aroma tubuh yang membuat Tanisha betah berlama-lama dengannya. Tangannya memegang pundak Sabda, Tanisha tidak kuat harus berlama-lama seperti ini. Jangan tanya bagaimana keadaan Sabda saat ini. Pria matang itu seolah mendadak menjadi patung seketika. Jantungnya berdetak lebih cepat seolah sedang memicu adrenalin. Napasnya tercekat saat tangan Tanisha yang memegang pundaknya. "Om..." suaranya terdengar begitu lirih di telinga Sabda. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN