"Ah ...." "Umh ...." "Huh ...." "Bisa biasa aja nggak, Mas, suaranya?" "Daddy lagi, Daddy! Telus, Daddy! Belum selatus, ya, Mommy? Ayo, Dad, ayo ... lagi!" Erlang tumbang dengan tubuh mungil Galen di atas pinggangnya. Iya, tahu-tahu push up-nya jadi serius. Keterusan. Apalagi Galen malah inisiatif duduk di atas pinggang Erlang, berpegangan di baju, lalu nemplok nempel pipi dengan punggung sang daddy sambil ketawa-ketiwi di saat naik dan turun. Erlang? Capek, cui! Sampai-sampai mengeluarkan suara serupa desah saat memesrai Haifa. Erlang nyengir juga, Haifa teringat ke arah sana sepertinya. "Ah--" "Stop!" Erlang tertawa. Iseng-iseng jail bersuara desah macam itu, yang Galen tidak pahami, dia sibuk merengek minta daddy-nya push up lagi. "Capek, Sayang. Daddy ngos-ngosan, nih. Udah