“Melsaaaaaa!” Baru saja ia mau mengeluarkan ponsel untuk menanyakan posisi kedua temannya, Ulfi sudah melambaikan tangan sambil berseru memanggil namanya di tengah keramaian mall itu. kakinya melangkah untuk menghampiri mereka dengan senyum di wajahnya karena jika diingat lagi, sudah hampir dua minggu dirinya tidak bertemu kedua sahabatnya. Lantaran pernikahan mendadak dan insiden mengerikan tempo hari. Baru dua minggu tidak bertemu saja, dirinya merasa ketinggalan banyak berita. Contohnya, Ifa yang saat ini sudah mewarnai rambutnya dengan warna baru, campuran ombre dari dua warna, hitam dan merah burgundy. “Lo warnain rambut ya? Kok tumben ngga ribut di grup.” Tembaknya begitu sampai di meja yang sudah di duduki Ifa dan Ulfi. “Ngga usah basa – basi, cepet sini duduk gue pengen denger ke