Selamat membaca Sultan tersenyum sayu. Ia mencoba untuk bangun dan bersandar di punggung ranjang. Tangannya terangkat untuk membelai wajah Ajeng. Ia membelainya dengan sentuhan lembut sambil menatap Ajeng sendu. Gimana ini? Aku semakin nggak mau lepasin kamu! ______________________________________ Ajeng membiarkan Sultan membelai wajahnya sejenak. Tapi kemudian ia menurunkan tangan Sultan pelan. "Udah adzan subuh, aku harus sholat sekarang." Raut wajah Sultan terlihat kecewa ketika Ajeng menurunkan tangannya. Ia mulai merasa cemas dan berpikir yang tidak-tidak. Apa Ajeng sama sekali tidak ingin disentuh olehnya? Tatapannya melemah. "Maaf," ucapnya tertunduk lesu. "Berhenti ngucapin kata maaf cuma buat hal yang nggak perlu." Sultan tersentak kaget saat mendengar nada suara Ajen