Selamat membaca Sultan melirik ke arah jam tangannya. Matanya sedikit melebar. Ia tidak mengira jika ternyata sudah hampir jam empat sore. Pantas saja tubuhnya terasa kaku dan pegal. Karena sejak pagi, ia hanya duduk di kursi kerjanya sambil terus menatap layar komputer. Bahkan ia sampai melewatkan jam makan siangnya. Sultan merenggangkan tangan dan kakinya di atas kursi kerjanya untuk melemaskan tubuhnya. Ia memijat pelipisnya pelan saat melihat dokumen-dokumen yang masih menumpuk di meja kerjanya. Sultan membuang napas kasar. Mustahil ia bisa pulang ke rumah seperti jam biasanya. Hari ini pun, ia juga harus lembur sampai malam. Padahal ia ingin segera pulang dan bertemu dengan Ajeng, tapi ia juga tidak bisa meninggalkan kerjaannya begitu saja. Sultan menyenderkan tubuhnya lemas