Selamat membaca Jam menunjukkan pukul 03.21. Ajeng membuka matanya yang terasa berat. Ia menguap lebar sambil merenggangkan tangan dan kakinya di atas ranjang. Ia memaksakan diri berguling turun dari tempat tidur hanya untuk mengambil minuman di dapur. Ia tidak tau kenapa tiba-tiba tenggorokannya terasa kering. Padahal biasanya ia tidak pernah merasa haus seperti ini pada saat tidur. Ajeng berjalan dengan langkah lemas menuju dapur, sesekali matanya terpejam karena ia masih terlalu mengantuk. Tapi saat melewati kamar Sultan, tiba-tiba langkahnya terhenti. Ia seperti mendengar suara isak tangis dari kamar Sultan. Isak tangis yang terdengar memilukan di telinganya. Ajeng membalik tubuhnya dan berjalan perlahan. Ia mendekatkan telinganya di pintu untuk memastikan jika ia tidak salah