Mobil Dimas akhirnya masuk ke halaman rumah saat langit mulai gelap. Ia sempat mengernyit, karena tak ada satu pun lampu yang menyala seperti biasanya. Rumah itu tampak terlalu tenang. Bahkan terlalu sunyi. Begitu turun dari mobil, ia memeriksa ponselnya tidak ada pesan dari Amira maupun Wina. Ia mengerutkan dahi, sedikit cemas. “Amira?” panggilnya sambil melangkah masuk ke teras. Tak ada jawaban. Begitu masuk ke ruang tamu, hanya gelap yang menyambutnya dan itu membuat Dimas semakin heran. “Wina? Amira?” ulangnya. Ia melangkah lebih dalam, mencoba mencari saklar lampu. Namun baru beberapa langkah, tiba-tiba— “KEJUTAN!!” Lampu menyala terang. Confetti Party meledak dari arah kanan, berhamburan dalam gemerlap warna-warni. Dimas reflek menahan napas, hampir mundur karena kaget. Wina

