Bab 10

801 Kata

“Kabar kamu gimana, Dimas?” tanya Ratna. “Baik, Ma,” jawab Dimas sambil membalas pelukan ibunya. Di samping mereka, sang ayah ikut tersenyum tipis. “Papa senang lihat kamu sehat,” ujar Arman dengan suara tenang. Setelah melepas pelukannya, Ratna menoleh ke belakang, ke arah wanita cantik yang sejak tadi berdiri tak jauh dari pintu. Ia lalu kembali menatap Dimas. “Kamu masih ingat, kan, Mama bilang mau membawa seseorang?” tanyanya. “Iya,” jawab Dimas singkat. Ratna tersenyum puas. “Chintya, sini,” panggilnya. “Kamu sudah lama, kan, nggak ketemu Dimas?” “Iya, Tante,” jawab Chintya sambil melangkah mendekat. “Ma,” potong Dimas tiba-tiba. Ia menggenggam tangan gadis itu. Perlakuan seperti itu bahkan tidak pernah ia dapatkan dari Dimas sebelumnya. “Ini Amira,” ujar Dimas sambil menol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN