Siang itu rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Dimas sudah berangkat ke kantor sejak pagi, sementara Wina pergi ke pasar untuk membeli bahan dapur. Amira sendirian di ruang keluarga. Karena bosan dan tak ada kegiatan, ia memilih melipat cucian yang sedikit menumpuk. Dengan gerakan pelan, Amira melipat satu per satu pakaian itu dengan rapi, lalu menyusunnya hati-hati agar tetap sejajar dan tidak berantakan. Aktivitas sederhana itu sedikit mengalihkan pikirannya, membuat suasana sunyi terasa lebih ringan. Ting Nong! Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Amira sedikit terkejut. Ia sadar tidak ada siapapun di rumah itu selain dirinya. Jadi ia menoleh ke arah pintu, lalu bangkit dan melangkah pelan. Saat pintu dibuka, seorang wanita berdiri anggun di hadapannya. Kacamata hitam besar, pakaian mah

