Joy terjengkit kaget mendapatkan pertanyaan demikian. Bagaimana Dewi bisa bertanya demikian padanya? Dia sampai tersedak salivanya sendiri. "I-ibu ... kenapa bertanya begitu?" "Joy ... sampai kapan kamu akan menjadi single parent begini? Kamu berhak untuk bahagia dan menemukan kebahagiaan." Joy tergugu dengan perhatian ibunya ini. Hatinya bagai diremas bila Dewi memintanya menikah. Siapa yang mau dengannya? Duda? Anak berapa? Hanya itu yang terlintas dalam benaknya, pria mana yang mau menjalani hidup dengannya sampai sisa akhir hayatnya? "Mana ada lelaki tulus yang bisa menerima aku, Bu? Aku ... sudah bahagia sekali seperti ini bersama Levin. Tak perlu ada lelaki dalam hidupku." Joy tersenyum getir. Joy tak bernafsu makan sekarang. Rasanya pikirannya penuh hingga membuat perutnya

