Daffin masih menatap miliknya di bawah sana yang kini menegang, mengeras seperti palu tanpa ada yang memerintah. Sebagai pria normal dewasa tentu dia butuh penyaluran. Bisa saja dia melepaskannya dengan wanita bayaran di luar sana. Tapi ... dia tidak bisa. Dia tipikal yang melakukan itu hanya dengan perasaan meski ditunggangi oleh nafsu. Tanpa perasaan, dia tak akan sanggup, bahkan untuk memulainya sekali pun. Dia pun jadi teringat apa yang diucapkan oleh Rima. Sebuah kalimat yang terus diulang sampai menggaung dalam pikirannya. "Dok, sebaiknya kamu cepat menikah. Kamu nggak akan tahu hasil terapinya bila kamu tidak mempraktikkannya. Pasti istrimu nanti akan bisa menerima keadaanmu bila kamu jujur padanya. Dan kondisi itu bukan bawaan, jadi besar kemungkinan bisa sembuh." Tetesan ai

