Dewi membawa Levin menepi dekat pintu, menjauh agar Joy tak mendengar percakapan mereka. Bila wanita itu sampai tahu mungkin kali ini benar-benar akan marah pada Levin juga pada dirinya. "Sayang, kamu dapat dari siapa coklat ini? Kamu membelinya dari mini market?" Dewi berjongkok rendah, hingga tubuh mereka sejajar. Levin menggelengkan kepala dengan muka pucat. Kenapa neneknya ini masih ada di sini? Dia pikir neneknya masuk ke dalam bersama Joy. Sekarang, dia harus siap untuk dimarahi. Pasrah. "Apakah kamu meminta pada seseorang tetangga?" Levin menggeleng keras. Dia memang tidak minta, tapi diberi. Tepatnya diberi oleh Daffin. Sebelum pria itu pergi, dia menawarkan pada Levin permen setelah melihat di sekitar sana ada minimarket. Levin menolak, jelas dia tak boleh makan permen. Mak

