“Kamu udah nggak pernah diganggu dia lagi, kan?” tanya Tantika. Saat ini ia bersama Revina sedang duduk di sebuah kafe yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Rencananya nanti mereka mau ke kantor lagi sekalian Revina mau berpamitan pada semuanya. Pertanyaan Tantika membuat Revina terdiam selama beberapa saat. “Udah satu bulan, ya?” balasnya kemudian. “Ya, Rev. Satu bulan setelah kita meninggalkannya seperti orang bodoh di vila. Setelah itu, dia beneran menghilang. Sampai di kantor heboh, kan, waktu itu tiba-tiba atasannya ganti lagi secara mendadak.” “Aku berharap dia lagi di neraka,” ucap Revina. “Dia pasti sangat malu, Rev.” “Ah iya, setelah dipikir-pikir ... kita nggak pernah membicarakan ini, kan?” tanya Revina. “Waktu aku, Hans sama orangtuanya pulang duluan, kamu sengaja tetap d

