Bukan Orang Ketiga | Bab 39

1077 Kata

Gema dengan cepat pulang ke rumah setelah mengetahui artikel tentang keluarganya keluar. Ini baru jam tiga sore, seharusnya ia masih ada di kantor untuk meeting. Taoi ia malah berlari di dalam rumah dengan perasaan kalut. "Ajeng di mana?" Gema berteriak kepada para pelayan yang ada di ruang tamu begitu laki-laki itu masuk. Kegaduhan itu bahkan sampai terdengar oleh Ajeng di belakang dan segera menghampiri Gema yang sedang kesetanan. "Mas! Kamu tenang dulu!" Ajeng memegang kedua telapak tangan laki-laki itu sambil menatap matanya lamat-lamat. "Ini rencana Papah," ujar Gema dengan nada getir. Ajeng mengangguk, "iya, aku tau." Wanita itu mengulum bibirnya. " Kita bicara di kamar." Ajaknya sambil menarik tangan Gema masuk. Di dalam kamar mereka, sudah ada Juan yang duduk dengan memangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN