Hansel menatap pada rumah orang tua Amel. Hansel merasa bingung kenapa dirinya bisa sampai di sini. Mengendarai mobilnya, karena tidak ada Amel menjawab panggilannya. Bahkan membalas pesannya pun tidak. Padahal Hansel sudah menurunkan egonya untuk mengirimkan pesan dan menelepon Amel lebih dulu. Tetap saja wanita itu tidak membalas satu pun. Sialan. Ini yang tidak disukai oleh Hansel. Bagaimana kalau ucapan Marko semalam memang benar, tentang Amel yang kabur dan tidak mau mempertahankan pernikahan ini satu tahun ke depan. Tidak bisa dibiarkan begtiu saja. Hansel yang masih di dalam mobil. Matanya menatap pada Amel yang ada di depan sana, berbicata dengan seorang lelaki sambil berjalan kaki. Bukan Indra. Dia hapal wajah adik iparnya itu. Lelaki ini tidak dikenal olehnya sama sekali. B

