Hansel menatap pada sofa yang ada di depannya sekarang. Jari telunjuknya mencolek sofa yang ada di depannya, menatap pada jari telunjuknya. Lalu dia menggeleng pelan. Ya Tuhan! Dia duduk di sofa ini tidak terkena penyakitkah? Hansel masih membahas yang namanya penyakit. Padahal lelaki itu yang bisa melakukan hubungan intim dengan berbagai macam wanita tidak ada namanya membahas yang namanya penyakit. Malahan dia santai saja, tidak peduli dengan penyakit yang akan di derita oleh dirinya. “Pak, kenapa?” Hansel menatap pada Amel yang bertanya padanya. Hansel menggeleng. “Kau yakin ini bersih?” tanya Hansel balik. “Maksudnya? Sofa itu bersih. Bukankah yang beli sofa itu orang suruhan Pak Hansel sendiri.” Oke. Hansel lupa dengan dia yang menyuruh orang untuk membeli sofa dan peralatan

