Emma mencium Raven untuk kesekian kalinya karena suaminya itu terlihat masih menginginkan dirinya. Raven bahkan dengan posesif menjamah setiap jengkal tubuh Emma hingga membuat wanita itu kewalahan. Bahkan, dalam kondisi sakit, Raven masih sangat m***m, pikir Emma dalam hati. Namun, ia tidak protes, ia justru menikmati sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh Raven. Hingga tiba-tiba mereka berdua memisahkan diri karena mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. Emma menggenggam ujung atas blusnya yang terbuka akibat ulah nakal Raven lalu meringis pada Erik. Asisten pribadi Raven itu lantas memalingkan wajahnya dari Emma maupun Raven. "Dasar bos m***m. Tidak tahu situasi dan kondisi," batin Erik. "Apa mau kamu, kenapa kamu masuk gitu aja?" protes Raven yang belum puas dengan kegiatan