Di tempat lain, Brian baru saja tiba di rumah Kalisa. Ia harus menahan sakit akibat pukulan Raven lalu datang ke sebuah klinik dan kini ia berakhir di sofa ruang tamu Kalisa. Tentu saja, kedatangan Brian membuat Kalisa kaget setengah mati. "Apa yang terjadi? Jangan bilang kalau Raven yang udah hajar kamu!" Kalisa menatap terenyuh sahabatnya itu. "Ehm, ini ulah Raven. Dia ngamuk sama aku," ujar Brian. Ia mendesis pelan lalu menyandarkan kepalanya di sofa, tetapi ia langsung menegakkan dirinya lagi. "Orang tua kamu nggak di rumah, 'kan? Aku nggak bisa pulang kayak gini. Mama sama papa pasti nggak terima aku pulang babak-belur begini." Kalisa berdecih. Ia lalu duduk lebih dekat dengan Brian. "Aku nggak tahu Raven bisa semarah ini sama kamu. Kamu udah ke dokter?" "Udah, tadi disuruh rawat