Kalisa cepat-cepat meneguk air mineralnya yang masih setengah. Ia lantas duduk di sebelah Brian, mencoba mengabaikan debaran jantungnya yang liar. Ia tak bisa membantah ucapan Raven karena ia terlalu gugup. "Anda mencari saya?" tanya Erik pada Kalisa yang hanya terdiam. Erik mengangkat bahunya. "Saya sudah di sini, kalau ada sesuatu yang Anda butuhkan, Anda bisa bilang sama saya." Kalisa mendengkus pelan. "Nggak, nggak ada kok." "Oke." Erik menatap Kalisa sekilas lalu mengalihkan tatapan pada Brian. "Ini Jax?" Raven dan Emma mengangguk pelan. "Ya, dia Jax. Semua masalah tentang Jax sudah selesai. Kami sepakat untuk sama-sama menjadi ayah dari bayi Emma," ujar Raven menerangkan. Ia masih tidak mempercayai ini, semuanya terasa seperti mimpi saja. Istrinya ternyata mengandung benih dari s