Keesokan harinya, Raven membuka mata dengan cepat. Ia takut Emma sudah meninggalkan dirinya lebih dulu atau mungkin Emma akan pergi saking marahnya. Namun, Emma terlihat masih tertidur lelap dengan posisi telentang. Ia bernapas lega melihat itu. Dengan lembut, Raven pun mengusap-usap kepala Emma. Hari masih sangat gelap dan ia ingin Emma tidur lebih lama. Karena ia tak ingin Emma marah lagi padanya, ia ingin menyiapkan beberapa hal pagi itu. "Aku bakal tunjukin ke kamu kalau aku sungguh-sungguh nyesel," kata Raven pada Emma yang masih tidur. Pertama, Raven menyiapkan baju ganti Emma. Mulai dari dalaman, hingga setelan dan aksesoris yang disukai Emma. Ia juga merapikan meja rias Emma dan menyiapkan sepatu untuk Emma. Setelah semua persiapan mandi dan bekerja Emma siap, Raven pun bergeg