BAB 17 - Masih Berlaku Sampai Kapanpun ~

1384 Kata

​“Ah?” Fabian gelagapan, dia tak menyangka gumamannya barusan bisa terucap dengan begitu lantang. Wajahnya seketika memerah, rasa malu yang tak terlukiskan merayap naik ke ubun-ubun. Semua wibawa yang coba ia bangun perlahan runtuh, tergantikan oleh ekspresi konyol seorang pria yang tertangkap basah. ​“Aku tanya, tadi Om bilang apa?” Kanika mengulang pertanyaannya, nada suaranya terdengar santai, seolah dia sedang menguji seberapa jauh Fabian bisa berkelit. Sontak ​Fabian memalingkan wajah, berpura-pura meneliti bantal sofa yang ia duduki. “Tidak, kamu salah dengar mungkin,” balasnya dengan begitu santainya, mencoba menutupi kegugupan yang melanda. Sedikit pun dia tidak bersedia mengaku. Bukan semata-mata karena gengsinya yang tinggi, tapi jelas saja ia merasa malu. Bagaimana tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN