BAB 41 - Menunggu Jandanya

1479 Kata

​“Iya, apa kurang jelas?" tanya Fabian balik, matanya menatap tajam, seolah tidak mengerti mengapa Kanika tampak begitu bingung. ​“Sebentar, kenapa secepat itu memutuskan? Om bahkan tidak bertanya dulu,” balas Kanika lagi. Suaranya mengandung nada protes yang halus. Sebagai wanita, dia butuh penjelasan. Selama ini, gagasan tentang perceraian memang pernah terlintas, tetapi tidak pernah terbayang akan menjadi kenyataan secepat ini. Terlalu jauh, terlalu besar, belum sematang itu. ​Mendengar hal itu, sudut bibir Fabian terangkat sedikit, membentuk senyuman sinis. “Apa perlu bertanya dulu? Setelah semua yang kamu alami, kamu tidak berpikir untuk menggugat cerai suamimu, Kanika?" tanyanya dengan nada merendahkan. ​“Kepikiran, cuma ....” ​“Cuma apa?” Fabian memotong, suaranya berubah dingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN