BAB 20 - Ugal-ugalan

1548 Kata

​|| Seperti yang dulu aku katakan padamu, boleh-boleh saja, Kanika ... aku tidak akan mengekang kebebasanmu dalam berkarir, sekiranya membuat kamu bahagia lakukan, asal paham batas saja. ​Kanika menatap datar pesan itu. Jemarinya yang tadi siap membalas dengan riang kini lunglai di pangkuan. Rasa kesal yang sudah menguap sejak tadi sore, kini kembali membubung tinggi di dalam d**a. Dia menunggu hampir seharian penuh untuk jawaban ini, tapi apa gunanya jika kesempatan itu sudah lenyap? ​“Telat, Zidan,” gumam Kanika pelan, suaranya tercekat. Dia menutup ponselnya, membiarkan layar itu kembali gelap. “Kerja samanya sudah dibatalkan, kamu sih kelamaan.” ​Kalimat itu hanya terucap dalam hati, tak sampai ke Zidan. Untuk apa juga membalas? Pesan itu sudah basi, sama seperti tawaran pekerjaan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN