BAB 53 - Seranjang (Lagi)

1352 Kata

​"Bwahahaha ... bukan! Aku tidak memintamu mencium bibirku juga." Fabian tergelak, tawanya meledak, memenuhi ruangan. Kata-kata Kanika barusan sungguh membuatnya tak bisa menahan tawa. Perutnya terasa tergelitik. ​Bagaimana tidak? Niatnya yang tak terucap sudah bisa terbaca dengan jelas oleh Kanika. Fabian merasa malu dibuatnya, dan dia terkejut betapa cepatnya wanita itu memahami karakter dan caranya berbicara yang kerap kali mengarah ke sana. ​“Terus apa, kalau bukan? Paling juga ke sana, kan?” Kanika menaikkan satu alisnya, yakin tebakannya tidak akan salah. Terlebih lagi, raut wajah Fabian yang salah tingkah semakin memperkuat dugaannya. ​Fabian masih tersenyum geli. “Iya, apa saja, tapi bukan berarti langsung cium bibir juga.” ​Kanika mencebikkan bibirnya, gemas. Tingkah Fabian ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN