BAB 46 - Calon (Kakak Ipar)

1357 Kata

Bergegas Fabian pulang, pikirannya dipenuhi ketakutan. Bayangan bahwa Zidan akan datang dan menyakiti Kanika terus menghantuinya, menjadi alasan kuat bagi Fabian untuk pulang tanpa pikir panjang. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu lama terasa begitu super cepat saat ia dalam keadaan terdesak. Fabian tiba di rumah dalam keadaan panik, mobilnya berhenti mendadak di depan pintu utama. ​“Ya Tuhan?” gumamnya. ​Celakanya, pintu utama rumahnya terbuka sedikit. Fabian makin resah, khawatir andai Zidan benar-benar datang untuk menyeret paksa Kanika bersamanya. Demi Tuhan, Fabian tidak akan pernah rela. Dengan jantung berdebar kencang, dia berusaha memanggil-manggil nama Kanika. ​“Kanika!!!” ​“Kanika?!” ​“KANIKA!!!” ​Fabian mempercepat langkahnya, berlari menyusuri lorong rumah yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN