BAB 44 - Salah Cium?

1550 Kata

Mendengar pertanyaan Fabian yang makin menjadi-jadi, Kanika hanya bisa tertawa kaku. Ada rasa gugup yang samar-samar, tapi ia mencoba menyembunyikannya di balik tawa. “Om ada-ada saja, sih! Aku bahkan belum jadi janda, kok Om sudah nawarin jadi istri?” ​Fabian justru ikut tertawa. Tawanya terdengar renyah, seolah pertanyaan itu memang hanya candaan belaka. Namun, di balik tawa itu, ada makna yang tersirat, sebuah janji yang disampaikannya dengan santai. “Iya, sih. Tapi, tidak ada salahnya jika dipikirkan dari sekarang." ​Kembali Kanika menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Pikirannya mendadak kalut. “Nanti saja, aku mau ke atas duluan." Dia butuh jarak, butuh waktu untuk mencerna perkataan Fabian. Pertanyaan itu terlalu serius untuk ditanggapi enteng, dan dia bingung ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN