Hari-hari berikutnya berjalan dengan ketegangan yang tidak lagi tersembunyi. Farah bisa merasakannya dari cara pelayan berbicara lebih pelan, dari langkah Amanda yang semakin sering berhenti di balik sudut, dari tatapan Sabrina yang kini tidak hanya menghakimi, tetapi juga menimbang. Rumah itu tidak lagi statis. Ada sesuatu yang bergerak di bawah permukaannya, dan Farah berada tepat di pusat pusaran itu. Pagi itu, Farah sedang berada di ruang kerja kecil di lantai dua, ruangan yang jarang digunakan siapa pun. Ia memilih tempat itu karena sunyi dan jauh dari lalu lalang. Di hadapannya terbuka sebuah buku catatan tipis, bukan milik siapa pun secara resmi. Ia menemukan buku itu terselip di antara buku-buku lama di perpustakaan, tanpa nama, tanpa tanda kepemilikan. Namun isinya cukup untuk me

