Bunga Lilyana sampai di desanya sekitar pukul empat sore, sama sekali tidak peduli pada Bhadra terlebih untuk pernikahannya, bagi Bunga Lilyana, Bhadra mencintainya syukur, tidak mencintainya juga tidak masalah! Nyatanya dia gagal menjaga Santos Lilyana, malah sibuk dengan pernikahannya dengan Larasati, Bunga berusaha untuk tak peduli. "Sayang ... dimana kau, Adikku yang manis?" Bunga Lilyana menangis. Apalagi ketika memasuki rumahnya secara paksa, semakin teriris lah hatinya. Dulu saat ayahnya pergi, menyimpan kunci cadangan di tempat tersembunyi, jaga-jaga kalau lupa nanti, dari pada Bunga atau keluarga lain tidak bisa masuk, Baskoro sengaja membuat kunci cadangan, digunakan jika dalam keadaan darurat. Terbawa pergi oleh Baskoro misalnya. Sementara kunci yang asli mungkin dibawa Aira,

