Bhadra dingin menatap semua tamu-tamu yang hadir di pernikahannya dengan Larasati, meski suasana ramai dipenuhi suka cita, merupakan bencana bagi Bhadra, dia sedih teringat Bunga Lilyana, akan kenangan dan cintanya. Laras yang tahu suaminya sedih, mencoba memahami dan tidak memaksa. Bahkan Laras biarkan saja ketika Bhadra ke taman menghampiri makam istri keduanya. "Bhadra ... dengan kau menikahiku ... aku sudah bahagia, yang pasti! Jangan terlalu larut dalam penderitaan, Sayang." Larasati mengerti hati Bhadra, memang di antara semua wanita, Larasati terobsesi dengan Bhadra, bahkan rela berkorban nyawa jika diperlukan. Tapi pria itu?! Tak pernah sekalipun menatap Laras, jika saat ini menikah! Hanya demi malas berdebat saja, dengan masyarakat yang pasti akan menuduhnya pria tidak bertanggun

