Setelah resepsi pernikahan selesai dilakukan, semua tamu pada pulang dan Bhadra dengan angkuh membelakangi Larasati. Di kamar pengantin yang menurut Larasati sangat indah tapi tidak untuk Bhadra Bawika, dia teringat Bunga Lilyana. Tak mungkin pria itu mengkhianatinya. "Bhadra, Kau ..." "Aku sudah menikahimu, Larasati?! Apa masih belum cukup?! Dan lagi! Aku sangat mencintai istri keduaku, Bunga Lily. Jadi ... bisakah berhenti berharap?!" Bhadra tidak mau menyakiti Larasati tapi wanita itu tetap memintanya bertanggungjawab, sebelum tahu anak itu milik siapa?! Bhadra menuruti ucapannya, malas berdebat apalagi menghadapi masalah hukum. Fokusnya hanya pada Santos Lilyana dan istri tercintanya saja, Bunga Lilyana. Bukan Bunga Anindya apalagi Larasati. Hening selama beberapa saat, Larasati kem

