Bhadra Bawika terus membawa jasad istri tercinta di pelukannya, dia gendong menghadap depan kesana dan kemari seperti orang gila, Manaf yang mengingatkan dia (Bunga Lilyana) untuk segera dikubur, malah mendapatkan cibiran tajam dari Bhadra. Tak mau orang seperti Manaf dan siapapun mengusiknya. "Kenapa?! Sudah tidak tahan ingin menguburkan jasad Bunga Lilyana?! Tidak suka melihatnya tinggal di dunia?! b*****t!! Jika bukan karna, Kau!! Bungaku tidak akan seperti ini, Manaf!!" Bhadra Bawika mencaci-maki Manaf, sangat benci. "Bukan seperti itu, Tuan! Tapi, Nyonya ... jasadnya bisa membusuk kalau tetap Tuan pertahankan," Manaf dengan sabar tetap mengingatkan Bhadra, memahami perasaannya, itu memang karna kesalahannya disekap Bima, biasanya Manaf tidak lemah seperti ini, entah kenapa akhir-akh

