Bhadra benar-benar tidak sabar lagi!! Dia terus mengejar mobil Juan tanpa mau berhenti, Manaf memepet di sebelah kiri dan Bhadra memepet di sebelah kanan, jatuh sedikit saja! Bisa masuk jurang. "Berhenti!! Manusia bodoh!! Berhenti!!" Bhadra Bawika sangat emosi. "Bagaimana ini, Kak Juan?! Kak Bhadra dan orang suruhannya hampir menyalip kita!!" Aira putus asa. "Tuan!! Bahan bakar semakin menipis! Kalau mereka terus mengejar kita seperti ini?! Bisa tertangkap karena kehabisan bahan bakar!! Ditambah lagi?! Hari semakin terang!! Akan sangat jelas terlihat plat mobil kita meski sudah ditutupi plakat," Pak Sopir juga cemas menatap Juan. "Tenanglah!" Bu Mirna mencari cara. "Kau ada cara agar bebas dari pengejaran Bhadra Bawika dan orang suruhannya, Ma?!" Muna berharap banyak sama ibunya. "Ada

