Part 39

2422 Words

Caliana mengangkat tubuhnya dan mendekati Adskhan. Adskhan sudah menutup mata dan bersiap menerima tamparan dari tangan Caliana. Namun sedetik setelah menutup mata, ia membelalakkan mata dan menatap Caliana tak percaya. Panas yang menyebar di pipinya bukanlah panas akibat tamparan. Melainkan karena tangan gadis itu merangkum wajahnya dengan kedua tangannya dan bahkan dengan tak bisa Adskhan bayangkan, gadis itu mengecup bibirnya. “Ana?” cicit Adskhan saat gadis itu sudah kembali duduk di tempatnya, seolah semua itu tidak pernah terjadi. Caliana mengabaikan panggilan pria itu dan memilih membaringkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur dan menyembunyikan tubuhnya ke balik selimut. “Aku lelah. Dan benar-benar mengantuk. Aku mau tidur.” ucapnya ketus. “Ana?” Adskhan kembali menyebut n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD