Tidur bersama

1138 Words

"Ayah pulang ke rumah, Nak," ujar Luna lembut, berusaha membujuk Cio agar membiarkan ayahnya pergi. Namun, Cio menggeleng keras. Bibirnya sudah ditekuk ke bawah, tanda-tanda akan menangis. Dan benar saja, detik berikutnya, ia menyandarkan kepalanya ke pundak Ardan sambil terisak pelan. Semua orang di sana hanya bisa menghela napas melihatnya. "Udah, nggak papa. Nginep di sini aja, Dan. Ada satu kamar kosong di rumah ini," sahut Bu Juli sebelum melangkah masuk ke dalam rumah. Ardan menatap Luna, meminta persetujuan. Luna sendiri hanya bisa menghela napas dan mengangkat bahunya pasrah. "Yaudah, masuk, Mas," katanya akhirnya. Ardan pun tak bisa berbuat banyak selain mengikuti mereka masuk ke dalam rumah, sambil menggendong Cio yang enggan lepas darinya. Ya, tak ada yang bisa men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD