Minta adik

1122 Words

Bu Juli tersenyum tipis melihat ketiganya duduk bersama. Pemandangan ini mengingatkannya pada masa lalu, ketika Ardan dan Luna masih bersama sebagai suami istri. "Cio mau makan pakai telur atau pakai ayam?" tanya Luna sambil menuangkan s**u ke gelas kecil. "Pakai telur dadar," jawab Cio yang masih melamun dengan suara yang masih lemas. Ardan langsung mengambil sepotong telur dadar dan meletakkannya di piring kecil Cio. "Ayah suapin, ya?" tawarnya lembut. Cio hanya mengangguk kecil. Tenaganya belum terkumpul sepenuhnya, jadi ia duduk diam menerima suapan demi suapan dari ayahnya. "Makan dulu, Mas. Biar aku aja yang nyuapin," ujar Luna. "Enggak, kamu makan aja dulu. Biar aku yang nyuapin Cio," balas Ardan. Luna menghela napas, tapi tidak membantah. Karena perutnya juga suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD