47

1604 Words

"XEL!" Celia yang semula memunggungi pria itu kini membalik tubuhnya. Dia menatap punggung tegap yang terlihat kokoh itu dengan ekspresi yang sulit diartikan. "Hm?" Axel mencoba memejamkan mata, tapi sulit. Debaran jantungnya di dalam sana terasa menggila dan indra perasanya menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Tanpa menolehkan kepala, dia bisa tahu kalau Celia sekarang sedang menghadap ke arahnya. "Lo yakin, nggak bakal macam-macam sama gue, nih?" Pertanyaan itu terdengar layaknya godaan di telinganya. Axel menggeram pelan, mengumpat keras-keras di dalam pikirannya, sebelum menjawab, "Nggak, tidur aja yang kalem, jangan bikin ulah macam-macam." "Yang suka macam-macam kan biasanya, lo, dih!" protes Celia yang tidak terima dituduh suka berbuat macam-macam oleh pria semesum Axel. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD