42

1249 Words

AXEL mendapat pesan dari Revan, kalau pria itu sudah sampai di tempat perjanjian. Axel sendiri sudah bersiap sejak tadi, dia hanya sedang menunggu Celia yang tak kunjung keluar dari kamarnya dengan sabar. Pria itu menghela napas kasar, lalu mulai membalas pesan sahabatnya yang berada di seberang sana. Axel : Gue masih lama, Tuan Putri masih dandan di kamarnya. Axel tersenyum tipis. Celia memang layaknya tuan putri yang begitu sibuk mencari-cari pakaian yang pantas untuk dikenakan di hari kencan pertamanya. Axel melirik pintu kamar Celia yang tak kunjung terbuka, saat ponselnya kembali bergetar, menandakan adanya balasan dari Revan. Revan : Cepetan, gue bawa kabur juga bawahan lo, kalau lo kelamaan sampai sini. Axel : Bawa aja kalau berani, paling-paling kembarannya udah siap lapor pol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD