43

1739 Words

AXEL pikir, Revan sudah bergabung dengan Rina serta kembarannya di sana, tapi saat dia sampai, pria itu belum menunjukkan batang hidungnya. Axel mengernyit, dia menelpon nomor Revan dan mulai bicara dengan temannya itu dengan nada serius. "Lo di mana?" tanyanya, to the point. "Lo udah sampai?" tanya Revan balik. "Hm. Di mana lo?" ulangnya sekali lagi, matanya mulai menyisir sekitar, tapi sosok dokter m***m itu belum juga tampak di matanya. "Tempat parkir." Balasan itu membuat Axel membalik badan dan kembali ke tempat parkir. "Gue udah di tempat parkir, lo di mana?" "Pojokan, mobil nomor dua dari ujung," balas Revan. Axel mengernyitkan dahi. Dari kejauhan dia bisa melihat Revan sedang menempelkan ponsel di telinga. "Ketemu," balasnya, mematikan telepon dan langsung berjalan menghampi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD