"Put, sini," panggil Mama ke arah Putri yang ada disebelahku. Putri melihat Mamanya dengan pandangan penuh tanya. Tapi aku memberikan isyarat agar dia mengikuti Mama. Putri lalu berdiri dan mereka berdua menghilang ke dalam rumah. Aku sendirian di teras depan rumah Putri, tapi tak lama. Beberapa saat kemudian, wajah laki-laki paruh baya yang tadi kutonjok muncul dari dalam rumah dan langsung duduk di sebelahku tanpa kata-kata. Kami berdua berdiam diri di tempat duduk masing-masing dalam diam. Kalian tahu awkward moment? Ya kek gini ini yang namanya awkward moment. Canggung banget. Sumpah. Pantatku rasanya seperti duduk diatas bara. Panas dan gelisah. Aku melirik ke arah Papa tapi dia terus menatap ke depan. Seolah-olah aku ini nggak ada dan kursiku cuma berisi angin saja. Semp@kk