Kamar Aksa kini menjadi benteng pertahanan Yasmin. Sejak hasil tes DNA itu keluar, Yasmin tidak membiarkan Kaizan masuk lebih dari dua langkah melewati pintu. Baginya, setiap inci keberadaan Kaizan di ruangan itu terasa seperti polusi yang bisa meracuni kemurnian Aksa. Yasmin duduk di lantai, memeluk Aksa yang sedang asyik bermain dengan miniatur mobil pemadam kebakaran. Aksa sesekali menoleh ke arah pintu, di mana bayangan seorang pria tinggi besar seringkali berdiri mematung di sana selama berjam-jam, namun tak pernah berani mengetuk. "Mama, Om yang mata elang itu kenapa nggak masuk?" tanya Aksa polos. Yasmin mengelus rambut Aksa. "Dia sedang belajar cara mengetuk pintu yang benar, Sayang. Jangan dipikirkan ya." Di luar kamar, Kaizan bersandar pada dinding marmer yang dingin. Ia bi

