Malam yang seharusnya menjadi malam penyatuan kembali, berubah menjadi medan perang dingin di kepala Kaizan. Foto yang dikirimkan nomor tak dikenal itu seperti racun yang merayap cepat, melumpuhkan rasa haru yang baru saja ia rasakan saat menggendong Aksa. Kaizan menatap Yasmin yang kini tertidur di sofa kamar Aksa, masih mengenakan pakaian yang sama sejak di apartemen tadi. Wajah Yasmin terlihat sangat lelah, namun ada gurat kedamaian karena anaknya kini berada di tempat yang menurutnya aman. "Apa benar dia anakku, Yasmin?" bisik Kaizan dalam hati, matanya menatap foto di ponselnya berulang kali. Foto itu menunjukkan Yasmin di lobi rumah sakit bersalin. Di sampingnya, Latif tampak merangkul bahu Yasmin dengan akrab. Tanggal di foto itu ... tepat sembilan bulan setelah pengusiran Y

