part 15. pertemuan dengan Rafka

1631 Words

Pagi itu, udara di kantor Kaizan terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Yasmin duduk di balik mejanya, mencoba menenggelamkan diri dalam tumpukan berkas. Semalam, ia sekali lagi kehilangan dirinya dalam pelukan Kaizan. Hukuman itu terasa begitu nyata, meninggalkan jejak tidak hanya di tubuhnya, tetapi juga di jiwanya yang rapuh. Yasmin membenci dirinya sendiri karena selalu menyerah pada pria itu. Kaizan sendiri terlihat tenang, namun tatapannya tajam. Ia mengawasi Yasmin dari balik pintu kaca ruangannya, seolah memastikan wanita itu tidak akan menghilang lagi. Tiba-tiba, suara riang anak kecil memecah keheningan lantai eksekutif. "Papa! Aku datang!" Jantung Yasmin seakan berhenti berdetak. Ia mendongak, dan di sana, di ambang pintu ruangan Kaizan, berdiri Rafka. Wajahnya yang polo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD