Bab 33. Kenalan dengan Belut

1060 Words

Regantara kian mendekat. Mengikis jarak di antara mereka. Senyumnya mengembang melihat rona gugup yang menghiasi wajah Laura. Bukan lagi ketakutan yang dulu menghantui. Ada debar aneh yang kini menggantikan. “Raaaa … belutnya yang nakal,” ucap Regantata, tanpa rasa malu. Laura menelan ludah dengan susah payah, merasakan pipinya membara. Jemarinya tanpa sadar meremas ujung gaun. Bibirnya digigit kuat-kuat, menyalurkan rasa gugup yang menyesakkan d**a. “Mau kenalan sama belut nggak? Mau pegang?” bisik Regantara. Suaranya rendah dan serak, semakin mempermainkan debaran jantung Laura. Matanya menyorotkan binar nakal yang membuat Laura kehilangan kata-kata. Laura melotot, sebuah protes tanpa suara. Namun, sebelum bibirnya mampu mengeluarkan omelan, Regantara telah lebih dulu menerjangn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD